KENDARI, Lintaskabarkan.ID — Dugaan tindakan asusila yang melibatkan oknum anggota TNI terhadap anak di bawah umur di Kota Kendari memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Kasus ini kembali menambah daftar panjang kekerasan seksual terhadap anak yang membutuhkan perhatian serius dari aparat penegak hukum dan instansi terkait.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua II Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syariah (Fasya) IAIN Kendari, Reno, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman tegas terhadap tindakan yang dinilai mencederai nilai kemanusiaan dan merusak kepercayaan publik terhadap institusi.
“Tindakan ini sangat tidak manusiawi dan merupakan tamparan keras, terlebih jika dilakukan oleh oknum aparat yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat. Kami mengutuk keras segala bentuk pencabulan, apalagi korbannya adalah anak di bawah umur yang masa depannya harus kita jaga bersama,” ujar Reno dalam keterangannya di Kendari, Jumat (1/5).
Reno juga mendesak agar proses hukum terhadap oknum tersebut dilakukan secara transparan, objektif, dan tanpa pandang bulu. Ia menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas guna memberikan efek jera serta memastikan tidak ada toleransi terhadap pelaku kekerasan seksual di Indonesia.
Selain itu, ia meminta pihak berwenang, khususnya dari lingkungan militer melalui peradilan militer, untuk segera memproses kasus ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Tak hanya itu, Reno juga mendorong agar korban mendapatkan pendampingan secara menyeluruh, termasuk trauma healing, guna memastikan pemulihan psikologis korban menjadi prioritas utama.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik di Sulawesi Tenggara. Masyarakat berharap keadilan dapat ditegakkan secara adil bagi korban dan keluarganya, serta menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengawasan dan perlindungan terhadap anak dari ancaman predator seksual.
Rayhan S. M.






