KENDARI, LINTASKABARKAN.ID — Sejumlah massa yang tergabung dalam Koalisi Aktivis Mahasiswa, Pemuda dan Organisasi Kemasyarakatan (KOMPAS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Tower Bank Sultra, Kota Kendari, Senin (25/5/2026). Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 13.00 WITA dan berakhir pada pukul 15.00 WITA.
Aksi dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait evaluasi kepemimpinan Direktur Utama Bank Sultra berinisial APDA. Dalam kegiatan tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan melalui orasi dan pernyataan sikap yang dibacakan secara terbuka menggunakan mobil komando.
Massa meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Bank Sultra demi menjaga kepercayaan publik terhadap bank daerah.
Salah satu orator menyoroti ketidakhadiran Direktur Utama Bank Sultra saat aksi berlangsung di tengah jam kerja.
“Kepemimpinan direktur Bank Sultra yang tak ada dalam kantor pada hari ini padahal ini masih jam kerja,” ujar salah satu orator.
Selain itu, massa juga menyinggung isu dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang disebut berkembang di tengah masyarakat. Massa meminta aparat penegak hukum melakukan penelusuran secara terbuka dan profesional terhadap berbagai informasi yang beredar.
“Dugaan direktur melakukan TPPO yang dimana hal ini sudah beredar di kalangan masyarakat. Hal tersebut dinilai tidak mencerminkan kepemimpinan yang baik,” kata orator lainnya.
Massa aksi juga menyampaikan keberatan terkait situasi yang terjadi saat mereka tiba di lokasi aksi. Menurut orator, pihaknya telah menyampaikan aksi sesuai prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kami datang dengan legalitas demo yang jelas sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Kami datang membawa nama mahasiswa dan masyarakat, sehingga berharap seluruh proses penyampaian aspirasi dapat diterima dengan baik,” ujarnya.
Dalam orasi lainnya, massa menegaskan bahwa aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kontrol sosial dan kepedulian terhadap lembaga keuangan daerah yang dinilai memiliki peran penting bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.
“Bank daerah adalah milik masyarakat Sultra, sehingga harus dijaga marwah dan kepercayaannya,” ujar salah seorang peserta aksi.
Menanggapi hal tersebut, pihak devisi Bank Sultra menyampaikan permohonan maaf terkait situasi di depan kantor saat aksi berlangsung. Pihak bank menyebut kerumunan yang terlihat di depan kantor merupakan karyawan yang sedang berkumpul.
“Permohonan maaf kami, yang dimana hal itu karyawan hanya kumpul-kumpul saja di depan,” ujar perwakilan devisi Bank Sultra kepada massa aksi.
Pihak Bank Sultra juga memberikan penjelasan terkait mekanisme pemilihan direksi bank yang disebut dilakukan melalui proses resmi dan sesuai ketentuan regulator.
“Terkait pemilihan direktur bank ini tidak bisa dipilih secara sepihak. Direktur bank yang menjabat saat ini dipilih melalui mekanisme dan standar yang ditetapkan OJK,” jelas pihak Bank Sultra.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan mendapat perhatian masyarakat yang melintas di kawasan Tower Bank Sultra. Hingga aksi berakhir pada pukul 15.00 WITA, massa tetap menyampaikan harapan agar aspirasi mereka dapat menjadi perhatian pihak terkait untuk dilakukan evaluasi secara objektif dan transparan.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari Direktur Utama Bank Sultra terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi.






