Kupang, Lintaskabarkan.id – Bahasa memiliki peran strategis dalam kehidupan orang muda, tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai fondasi pembentukan karakter, identitas, dan integritas di tengah tantangan globalisasi yang terus berkembang.
Pengertian Bahasa
Bahasa adalah sistem komunikasi yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan ide.
Bahasa memiliki peran penting dalam membentuk identitas, budaya, dan karakter individu.
Menurut Noam Chomsky (1957), bahasa adalah sistem yang kompleks dan kreatif yang memungkinkan manusia untuk menghasilkan dan memahami kalimat yang tak terbatas.
Peranan Bahasa
Bahasa memiliki peranan penting, sebagai:
Sebagai alat komunikasi, identitas budaya
sarana pembentukan karakter dan
sebagai alat untuk menyampaikan nilai dan norma.
Menurut Edward Sapir (1921) mengatakan bahasa adalah alat yang sangat penting dalam membentuk identitas budaya dan sosial individu.
Bahasa dalam Konteks Pembentukan Karakter
Bahasa memiliki peran penting dalam pembentukan karakter orang muda.
Bahasa dapat membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku individu. Bahasa juga dapat mempengaruhi cara individu memandang diri sendiri dan lingkungan sekitar. Lev Vygotsky (1978), bahasa adalah alat yang sangat penting dalam membentuk proses berpikir dan perilaku individu.
Apa dan Bagaimana Sikap dan Perilaku Orang Muda terhadap Bahasa
Sikap dan perilaku orang muda terhadap bahasa dapat mempengaruhi pembentukan karakter mereka. Sikap dan perilaku yang perlu diperhatikan, antara lain:
Kesadaran akan pentingnya bahasa
Kemampuan menggunakan bahasa dengan baik dan benar
Sikap positif terhadap bahasa dan budaya
Kemampuan berkomunikasi efektif dengan bahasa
Menurut Howard Gardner (1983), kemampuan menggunakan bahasa dengan baik dan benar adalah salah satu dari delapan kecerdasan manusia.
Cara dan Strategi Penggunaan Bahasa untuk Pembentukan Karakter Orang Muda
Cara dan strategi penggunaan bahasa untuk pembentukan karakter orang muda:
- Pendidikan Bahasa: Pendidikan bahasa yang baik dan benar dapat membentuk karakter orang muda. (Krishnan, 2015)
- Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar: Menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari dapat membentuk karakter orang muda. (Nash, 2012)
- Kegiatan Ekstra Kurikuler: Kegiatan ekstra kurikuler yang melibatkan bahasa dapat membentuk karakter orang muda. (Lee, 2018)
- Role Model: Orang tua, guru, dan tokoh masyarakat dapat menjadi role model dalam menggunakan bahasa yang baik dan benar. (Bandura, 1977)
- Teknologi: Teknologi dapat digunakan untuk mempromosikan bahasa dan budaya. (Katz, 2013)
- Penggunaan Bahasa yang Santun: Menggunakan bahasa yang santun dan sopan dapat membentuk karakter orang muda yang berintegritas. (Lakoff, 1973)
- Penghargaan terhadap Bahasa: Menghargai bahasa dan budaya dapat membentuk karakter orang muda yang memiliki identitas yang kuat. (Fishman, 1972)
- Pembiasaan Berbahasa: Pembiasaan berbahasa yang baik dan benar dapat membentuk karakter orang muda yang komunikatif. (Hymes, 1972)
Bentuk dan Jenis Perilaku Bahasa (Kesantunan Bahasa)
Kesantunan bahasa adalah perilaku bahasa yang menunjukkan rasa hormat, sopan, dan santun. Bentuk dan jenis perilaku bahasa yang santun, antara lain:
Menggunakan kata-kata yang sopan (misalnya: terima kasih, tolong, maaf)
Menggunakan intonasi yang lembut dan sopan
Menggunakan bahasa yang tidak kasar atau menghina
Menggunakan bahasa yang sesuai dengan konteks dan situasi
Menurut Brown dan Levinson (1987), kesantunan bahasa adalah strategi untuk menjaga wajah dan menghindari konflik.
Kesantunan Bahasa sebagai Identitas Pribadi dan Bangsa
Kesantunan bahasa dapat menjadi identitas pribadi dan bangsa. Bahasa yang santun dan sopan dapat menunjukkan bahwa seseorang memiliki karakter yang baik dan berintegritas. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran dan upaya untuk menggunakan bahasa yang santun dan sopan dalam kehidupan sehari-hari.
Penutup
Bahasa adalah alat yang sangat penting dalam pembentukan karakter orang muda. Dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar, serta bahasa yang santun dan sopan, kita dapat membentuk generasi yang unggul dan berintegritas di era globalisasi.
Seperti kata bijak yang mengatakan, “Bahasa adalah jendela jiwa, maka gunakanlah bahasa dengan bijak dan santun.” Mari kita jadikan bahasa sebagai alat untuk membangun karakter yang kuat dan berintegritas.
Yohanes Tafaib






